Kamis, 2 September 2010

Seikat Pelangi Seribu Puisi

Dengarlah gerimis berbisik lirih pada sore
di taman itu, senja masih menari pada daun-daun basah
aku di sisimu setia menyulam kisah
melarungkan cinta pada wajahmu yang basah.

Tiada yang lebih indah dari pemandangan cinta
ketika bening tetes hujan menghening di sudut merah bibirmu
membuat senyummu bagai
mataair dengan sekuntum seroja
yang mengalir gemercik ke dalam kalbu.

Ada seikat pelangi di balik airmatamu
cahayanya terurai
menjadi seribu puisi yang bercucuran di sudut matamu
melukiskan warna cinta yang tak pernah pudar.

2010

Rabu, 1 September 2010

Laut

Laut adalah gulungan hatimu di mana ombakombaknya kaujelmakan dalam getar, menghanyutkan perahu jiwaku berlayar mengarungi dekapanmu yang tanpa akhir, selalu bergemuruh menghempaskan cumbu pada karang rindu di mana hasrat membuncah berderaian menjadi buihbuih kerling di sudut matamu.

Kerdip matamu ombak yang mengubah pasir pantai menjadi lembaran kertas putih dengan satu pesan: laut adalah jalan hidupmu, arungilah ia agar tak beku, agar menjadi hangat bagai setangkup dekap. Lalu kujalani laut, laut pun menjadi genangan tinta biru yang tanpa bosan menuliskan bisik cinta di pesisir hatiku.

2010

Rabu, 1 September 2010

Hanya Ingin Menulis Puisi

Ingin sekali aku ke surga
tidak untuk menikmati keindahannya
atau menikahi para bidadari
hanya ingin menulis puisi.

Lalu puisi itu kutulis di mataair
dan sungai-sungainya
agar arus menghanyutkannya
ke tengah samudera
untuk menjadi hujan yang membasahi
semesta.

Kau akan lihat kilau cemerlang di
gugusan bintang-bintang
huruf-huruf puisi yang kukarang.

Petunjuk abadi perjalanan
cintaku padamu.

2010

Selasa, 31 Agustus 2010

Gemuruh Hujan

Hujan di malam akhir Agustus
gemuruhnya menerobos tilam kelambu
kilau kilat terpantul di wajahmu
senyummu kelebat menerangi lengkung bibirmu
tempat aku tersedu menghabiskan waktu
tempat biasanya aku dengar desah senandung cinta.

Kudekap getar hujan itu yang menggigil di tubuhmu
kurasakan derap jantungmu memimpin satu lagu
orkestra yang disusun dari seribu rintik rindu
membiarkan gelisahmu mengembun di sudut matamu
dengan kecupan kutandai tiap jejak hujan
yang meninggalkan gemuruhnya di hatimu.

2010

Minggu, 29 Agustus 2010

Gaun Pengantin

Kusulam sebuah puisi madah
dalam hening akad nikah
dengan benang sutera
yang kupintal dari kepompong cinta
yang bergelayut di hatiku.

Perkawinan ini khusus untukmu kekasih
bahagianya dapat kupersembahkan untukmu
sebuah dekapan seumur hidup
yang hangat dan lembut
hingga lubuk hatimu.

Kau amanah paling cantik
bahagianya dipercaya menjagamu
dengan segala hal tanpa batas ruang
dan waktu
aku mencintaimu.

Puisi itu menjelma kupukupu indah
yang tak pernah membayangkan dirinya dirajut di gaun pengantin
ia meneteskan airmata
haru betapa diperlakukan penuh cinta dan istimewa.

Airmata itu membuat gaun pengantin bertabur gerimis
seikat pelangi berkilauan di pelaminan.

Di sampingku,
seorang bidadari sedang tersenyum padaku!

2010