Arsip bulan May, 2009

Cinta ini Hanya Berakhir di Hatimu

Pelangi berkilau di langit jauh
teduh mengambang menjalin untai gerimis
gradasi warna adalah selendang para bidadari
yang menari-nari digelitik angin bukit
dan kamu, yang turun ke lembah jiwaku.

Sungguh indah rahasiamu
semburat merah di wajahmu. Cinta itu. Di senja itu
pohon-pohon waru berebut menjadi bayanganmu
lalu melukisnya di dadaku. Untuk kudekap
agar cinta tak ke mana-mana dari hatimu.

Jangan lagi kaurisaukan
cinta ini hanya berakhir di hatimu
sungai yang mengalirkan kejernihan jiwa
melewati rimba waktu dan padang penuh bunga
aku, yang selalu hanyut bersamamu.

2009

Tags: , , , , , ,

Lukisan

Beginilah lukisannya, dinda
lembaran hidupmu kujadikan kanvas
gunung-gunungnya kuwarnai hijau dengan pepohonan pinus
di lembah belahannya nan subur membentang telaga biru
mengalirlah sungai yang arusnya menggelinjang batu-batu
membangkitkan gairahku untuk mencebur.

Aku pun terjun ke lubuk hatimu!

2009

Tags: , , , , , , ,

Penari dalam Mimpi

Sudah kuduga, kamulah penari
yang datang ke dalam mimpi.

Yang meliuk-liukkan tubuh
lampai berputar memainkan lengan
mengajakku melantai di antara bintang-bintang.

Langkah-langkahmu menyelam ke dalam langkahku
menciptakan jejak tersulam dalam untaian.

Sudah kuduga, kamulah penari
yang datang memaknai mimpi.

Kamulah penari yang membawakan matahari
menambatkannya di jendela ketika pagi tiba.

Puisi untuk Kekasih — Antologi Puisi Cinta © 2009

Tags: , , , , , ,