Kamis, 3 September 2009

Hujan di Bulan September

Hujan di bulan September, seperti cinta kembali dari perantauan
mengejutkan debu-debu rindu di dedaunan.

Kau buka jendela, angin berhembus membisikkan kata cinta
aroma tanah berhamburan meninggalkan jejaknya di jalanan
aku tersenyum memandangmu, udara dingin terasa menggairahkan.

Hujan di bulan September
kaukah menyuntingkan sebaris doa di antara gumpalan awan?

Kau ceria di jendela, menikmati tiktik hujan berjatuhan di pelataran
tetesan dan cipratan, rintik dan gemericik, hembusan dan gemuruh simfoni Mozart
kau tersenyum memandangku, indahnya hujan di bulan September.

Puisi untuk Kekasih — Antologi Puisi Cinta © 2009

Tags: , , ,

Leave a Reply