Sabtu, 19 September 2009

Romantisme Hujan

Ketika hujan turun dan temurun ke relung kalbu
dengarlah nyanyiannya mewakili sajak-sajakku
susah payah telah kurangkai ribuan lagu
agar kau mendengar gemuruh kalimat rindu
tak pernah henti berkilatan dalam batinku
rasakanlah dalam erat dekapanku.

Payung-payung menari di jalanan
rampak menitik air berjatuhan, desau angin berbisik sayup di dahan
basah dedaunan, basah bunga-bunga, basah seluruh pelataran
menaburkan kalimat indah bermekaran dalam genangan
pada kata cinta kutemukan airmata menetes perlahan
lalu kaubiarkan wajahmu kuseka dengan kecupan.

Tiap hujan kita melangkah di celah gemuruhnya
mendengarkan deru hujan merasakan angin menari dan bercanda
kadang kita tembus derasnya dengan terguyur dalam mesra
berguncang-guncang jejak air di atas payung kita
iramanya seperti derap sajak menyusun bait cinta
begitu lembut begitu merdu begitu syahdu.

Kita menyukai hujan. Kita jatuh hati pada hujan
hujan menghapus debu-debu bimbang di kelopak-kelopak kembang
mengubah catatan lara menjelma loncatan airmata bahagia
bertaburan rintiknya di taman menggenangi jejak-jejak kita
hujan turun dan cintaku menuliskan tetesnya di hatimu
berkaca-kaca tatapanmu. Biarkan cinta menitik selalu.

2009

Tags: , , ,

One Response to “Romantisme Hujan”

  1. rose says:
    November 29th, 2009 at 2:38 pm

    ..puisinya bagus2 membuat terharu…seneng rose bacanya.. romantis bener ya :D

Leave a Reply