Sabtu, 26 September 2009

Secangkir Senja

Secangkir senja yang hangat kusesap dengan nikmat
kamu menemaniku, sambil sesekali mengerdip bayangan senja
yang mengambang di mataku

matahari kelir jingga dengan khidmat turun dari pepohonan
meninggalkan lembayung tersangkut di ranting kelam.

Dengan hati-hati, kamu lepaskan selembar demi selembar
tinggal malam yang telanjang, kamu selimutkan bintang-bintang.

Angin malam diam-diam menggelitik dedaunan
kamu tersipu. Malam begitu cepat datang
Kini kau tuang secangkir rembulan.

2009

Leave a Reply