Minggu, 27 September 2009

Sebilah Daun di Sudut Jendela

Sebilah daun basah terhembus lewat jendela
jatuh di mejaku. Secangkir teh yang kusedu menguap karenanya.
Seperti mendengar sesuatu. Ada yang tersedu.

Kudengar airmata turun menangis sepanjang senja. Mengucur deras.
Ada gemuruh sesekali memanggil namaku. Kaukah hujan itu?

Kutadah airmata itu satu-satu, kubalut lukanya dengan cahaya rembulan
Kudoakan menjadi embun.

Teh kureguk kembali dalam desah panjang.

Mana sebilah daun tadi?
Di luar jendela, rembulan di atas pepohonan memandangku tersenyum.
Diselimuti embun.

2009

Leave a Reply