Arsip bulan October, 2009

Untukmu

Matahari semerah mawar kupetik untukmu di senja itu
: ini untukmu hati yang selalu hangat dibara asmara
selalu merah berlumur darah cinta.

Ini untukmu senja yang sempurna. Sebuah damba
di pelataran rindumu ku berjalan dengan jiwa terhuyung
kamu tersenyum dengan setangkai kuntum.

Ini untukmu jantung berdegup gelisah. Sebuah puisi cinta
rebahlah bersama senja yang terlentang di atas bumi, ranjang bertirai lembayung
di sini kan kuhabiskan malam menatap parasmu yang ranum.

2009

Tags: , , , , ,

Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta pada sunyi yang kausungging di bibirmu. Selengkung senyum, sebait puisi. Kata-kata menjelma gerimis yang berbaris dalam bisik manismu. Aku mencium wangi bunga dari serumpun kata yang tumbuh di mulutmu. Itukah cinta? Kurasakan getarannya memasuki rongga hati.  Sebuah rayu. Menggema dalam hidupku.

Aku jatuh cinta pada embun yang mengerling di matamu. Memandangmu, kulihat kilauan pelangi mengajakku menuruni bukit. Sebuah telaga menungguku. Aku mencebur ke dalam jiwamu. Tak bisa memejamkan mata. Di kedalaman hatimu namaku terukir indah. Seperti indahnya namamu di hatiku.

Aku jatuh cinta pada mawar yang merekah di hatimu. Menjagamu, kupenuhi hasrat jiwamu seperti kupu-kupu menyusuri taman. Rasanya seperti di sebuah surga dengan satu bidadari yang selalu berdandan bak pengantin baru. Akadku hanya untukmu.

2009

Tak Lagi

Bulan tak lagi memerlukan malam
ia bercahaya kapan saja di wajahmu

Embun tak lagi memerlukan pagi
ia mengerling kapan saja di kelopak matamu

Bunga tak lagi memerlukan taman
ia semerbak kapan saja di hatimu.

Oktober 2009

Kupu-kupu

Setiap pagi seekor kupu-kupu membawa butir-butir embun ke dalam rumah. Ruang pun tumbuh menjelma taman dengan mawar, adenium dan gelombang cinta. Kita duduk di sebuah bangku panjang dengan kisah paling indah, sambil menyaksikan anak-anak kita berkejaran dalam gerimis yang diciptakan sayap-sayapnya.

Itu pertanda baik, katamu sumringah.

Kupu-kupu itu bergelayut di teralis jendela
menaruh setiap butirnya di jiwa kita.

Oktober 2009

Gaun Malam

Seperti senja membatik langit dengan lembayung
dengan corak mega mendung dan hiasan burung
aku membatik gaun tidurmu dengan bunga-bunga cinta
dan embun rindu yang menitik dari canting waktu.

Kaupakai gaun itu malam terasa sampai jantung
sambil membuka jendela hatimu kaulemparkan selembar senyum
lembar demi lembar mimpi pun berhamburan di lantai kamar
sebuah malam tanpa kelambu kumasuki dengan dada berdebar.

2009