Arsip bulan November, 2009

Erythrina

Pohon Erythrina yang rindang, bunga-bunganya yang merah nyala, seperti api yang membakar kesunyian. Sekumpulan burung-burung pengisap madu berkicauan di lekuk-lekuk rantingnya. Seekor srigunting memainkan ekornya seperti pena yang mencoba menuliskan rindu pada gerimis. Walau begitu, angin tak lupa berhembus di rambutmu. Kusapu wajahmu lembut bunga Erythrina.

Seperti bunga-bunga itu, yang manis, yang membuatku tak bisa berhenti menulis. Yang tak bisa berhenti mengais sajak, di antara guguran kelopak di pelataran taman, seperti jejak-jejak di rerumputan kenangan.

Di kolam matamu beberapa bunga jatuh mengambang, kaubiarkan hanyut ke dalam tubuhmu.  Bahkan bunga jauh lebih indah ketika terangkai di hatimu.

2009

Romantisme Pagi

Wajahmu yang embun, sejuk segar
senyummu yang kuntum, merasuk dan menggetar
matahari mana dalam hatiku yang tak ingin menyapa
dengan kecupan hangat di keningmu?

Wajahmu embun menetes ke dalam kalbu
senyummu kuntum merekah di kelopak pagiku
senang sekali menjadi matahari yang suka menggubah puisi
dengan sinarnya yang tulus ditulisnya cinta yang abadi.

2009

Embun Cinta

Setangkai pagi yang merekah
sebingkai jendela yang menyibakkan wangi melati
sebaris gerimis seuntai pelangi secercah mentari
semua tersimpul dalam senyumanmu
menandai dimulainya kehidupan indah hari ini.

Kamu telah mengisi lembaran hidupku
dengan tulisan rindu yang diketikkan waktu pada setiap detiknya
kata-kata ini bicara apa adanya mengenai cinta
isyarat yang selalu dirahasiakan bunga-bunga
ketika pagi melepaskan diri dari kegelapan malam.

Dan kita, adalah sebuah kata hati
yang tak bisa kumiliki sendiri tanpa kamu maknai
tak bisa kubentuk sendiri tanpa kamu warnai
seperti hurup-hurup cinta yang berkilauan
lalu menjadi embun yang meresap ke dalam kalbu.

2009

Tags: , , , , , ,

Belahan Jiwa

Bibir ini terasa kelu bila tidak mencium kamu
betapa manis kureguk kalimat cinta
yang kausungging di senyummu
yang kauucapkan di bibirmu yang kaukecupkan di bibirku.

Mata ini terasa kering bila tidak memandang kamu
betapa haru kutitikkan airmata ke dalam bahagiamu
lalu kubangun sebuah taman penuh embun
di sudut matamu yang kuntum.

Telinga ini terasa pekak bila tidak mendengar kamu
bisikkanlah sebait kangen agar jarak tak membelenggu
lalu kunikmati bunyi hujan dan degup jantungmu
di pelataran sunyi menunggu.

Kepala ini terasa pecah bila tidak memikirkan kamu
bayanganmu adalah imajinasi paling indah
maka kulihat taman tumbuh di mana-mana
dan bunga-bunga bersolekan ingin mirip kamu.

Tangan ini terasa ngilu bila tidak menggandeng kamu
jemarimu yang lembut erat menggenggam di sisiku
bersamamu perjalanan ini lebih punya makna
kerikil di jalanan menjelma batu-batu mustika.

Dan hati ini hampa bila tidak mencintai kamu
kamu adalah belahan jiwaku
bersamamu segalanya menjadi utuh
bersamamu segalanya menjadi sempurna.

2009

Tags: , , , , , , , , ,

Origami Surat Cinta

Di dalam kelambu malam yang semakin indah
kuhabiskan waktu suntuk menatapmu
mata yang laguna di lekuk kelopaknya
menaburkan butiran-butiran mutiara ketika kuseka
berkilauan di langit setiap kali malam tiba.

Kau bercerita tentang origami bintang-bintang
yang kaulipat dari lembaran buku harian
bergelantungan rupa warna di langit-langit rumah kita
berterbangan ke angkasa ketika kau buka jendela
di setiap lipatannya, katamu, telah ditulis sejuta damba
biarkan langit mewujudkannya
menjadi kilauan bintang setiap kali malam tiba.

Kau semakin indah
waktu pun terlipat dalam surat cinta: seluruh hidupku hanya untukmu
detik-detiknya berhamburan menjadi serpih melati di atas ranjang
seperti malam pertama yang bikin gemetar seluruh kamar
bikin langit berkilauan setiap kali malam tiba.

2009

Tags: , , ,