Senin, 30 Nopember 2009

Erythrina

Pohon Erythrina yang rindang, bunga-bunganya yang merah nyala, adalah api yang membakar kesunyian. Sekumpulan burung-burung pengisap madu berkicau di lekuk-lekuk rantingnya. Daun-daun memainkan ujungnya seperti pena menuliskan rindu pada gerimis. Walau begitu, angin tak lupa berhembus di rambutmu. Kusapu wajahmu lembut bunga Erythrina, betapa manisnya kamu.

Membuatku tak bisa berhenti menulis. Tak bisa berhenti mengais sajak, di antara guguran kelopak, seperti itulah sajak-sajak meninggalkan jejak kagumku padamu.

Di kolam matamu beberapa bunga jatuh tergenang, pikiranku hanyut mengambang.

2009

Puisi-puisi Lainnya

Leave a Reply