Aku Mencintaimu, Kekasih
Gerimis mencintaimu kekasih. Lembut butir-butir kasih sayang yang jatuh di pelupuk matamu. Curahan hatiku. Dibuatnya pelangi indah untuk pita rambutmu.
Hujan mencintaimu kekasih. Jejak-jejak kemarau dihapusnya dari pelataran. Tak dibiarkannya bunga-bunga terkulai tanpa kegembiraan. Disiramkannya airmata langit untuk bahagiamu.
Angin pun mencintaimu kekasih. Dihembuskannya wangi melati yang tak berkesudahan. Puisi-puisi cinta yang kubisikkan di telingamu.
Senja mencintaimu kekasih. Dilukisnya mayapada dengan jingga yang membara. Jiwaku yang bergelora. Mengingatmu penuh gairah. Ke dalam hatimu bangau-bangau mengepakkan sayap-sayap jiwaku untuk pulang.
Malam mencintaimu kekasih. Dinyalakannya lampu-lampu indah menghiasi ruang kita bercengkerama. Bulan yang bulat keperakan. Bintang-bintang yang berkedip mengintip di kejauhan.
Dan pagi mencintaimu kekasih. Adakah yang lebih indah dari matahari yang memeluk hangat tubuhmu. Matahari yang terbit dari lembah hatiku, yang selalu menyapamu dengan kecupan: aku mencintaimu kekasih.
2009
Tags: angin, bahagia, bintang-bintang, bulan, cinta, gerimis, hujan, malam, pagi, pelangi, senja
