Prambanan – Prasasti Cinta
Pagi di Prambanan
sinar mentari menari di celah-celah pahatan
merahasiakan siluet tubuhmu, lekuk-lekuk gairah
semampai langkah menapaki undakan yang indah
pada relief, persetubuhan kita membeku dalam keabadian.
Batu-batu terhampar di pelataran
bukanlah sebuah reruntuhan, ialah jejak hidup, ialah hurup-hurup
terurai dari kalimat-kalimat cinta yang tak ada habisnya
bongkahan prasasti yang akan selalu kautemukan dalam hatiku
walau seribu tahun terkubur abu merapi.
Permaisuriku, kuagungkan dirimu dalam sebuah arca dewi
seluruh kerajaan hatiku kunobatkan hanya untukmu
satu candi adalah cinta, seribu candi adalah persembahan abadi.
2009
Tags: abadi, batu, candi, pagi, pelataran, persetubuhan, prambanan, relief

