29 Desember
Kau memandangku seperti telaga
bola matamu adalah perahu yang mengantarku
ke lubuk hatimu. Lalu kutambatkan cita-cita
dalam lingkaran cincin yang kukenakan di jari manismu.
Kusatukan hidupku dalam ikatan cinta denganmu
seindah doa dan restu hujan yang bertasbih di hari perkawinan kita
seindah melati bertaburan di atas pelaminan
taman-taman indah kita ciptakan dalam kehidupan kita.
Rumahku surgaku. Kamu bidadariku
mendampingiku sepanjang waktu. Waktu yang seolah tak pernah bergerak
tetapi diam-diam menandai kita dengan usia dan uban perak.
Namun cinta tak pernah menua
seperti sebutir intan yang tak pernah kehabisan cahaya
berkilauan tak henti-henti berkilauan abadi.
2009
Tags: aksara, bidadari, cincin, cita-cita, jari manis, lubuk hati, mata, pelaminan, perahu, taman, tasbih, telaga, uban, usia, waktu

December 11th, 2009 at 1:13 pm
puisine bagus baget…