Cinta Tak Kenal Waktu
Jam berapa sekarang? Entahlah, jam hanyalah lonceng yang ketakutan pada waktu. Detak jantungku tak kenal waktu berdebar padamu. Tubuhmu yang penuh bunga menggelinjang dalam setiap kata. Membuat sajakku jadi indah. Kulepas metaforamu hingga telanjang, kupakai huruf-hurufku untuk menyelimuti tubuhmu bak kabut pagi. Lalu matahari terbit di celah percakapan kita begitu dekat, begitu nikmat. Bersamamu aku lupa waktu.
Jam berapa sekarang? Entahlah, apakah kita perlu pasang waktu. Cinta tak kenal waktu. Cinta tak punya usia. Jiwaku yang bahagia adalah jiwamu di sajakku, selalu remaja. Begitu enerjik. Keringat menetes dari kalimat-kalimat cinta, mengalir deras di antara metafora dan tatapanmu. Aku hanyut ke dalam sungaimu. Ikhlas tenggelam di palung hatimu.
Jam berapa sekarang? Entahlah, apakah beda siang dan malam. Bersamamu warna langit representasi rona wajahmu. Bintang-bintang adalah butir airmatamu di semesta jiwaku, petunjuk abadiku. Kemana lagi aku akan pergi, sedangkan rumahku adalah kampung halaman di hatimu.
2010
Tags: bunga, enerjik, ikhlas, jam, jiwa, kampung, ketakutan, lonceng, metafora, percakapan, remaja, rumah, tubuh, waktu

