Jumat, 15 Januari 2010

Jam Berapa Sekarang

Jam berapa sekarang? Entahlah, jam hanyalah lonceng yang ketakutan pada waktu. Detak jantungku tak kenal waktu berdebar menyebutmu. Tubuhmu yang penuh bunga merambat di sajakku. Begitu wangi. Kulepas metaforamu hingga telanjang, kupakai hurup-hurupku untuk menyelimuti tubuhmu seperti kabut pagi. Lalu matahari terbit di celah percakapan kita yang begitu dekat, begitu nikmat. Bersamamu aku lupa waktu.

Jam berapa sekarang? Entahlah, apakah kita perlu pasang waktu. Cinta tak kenal waktu. Cinta tak punya usia. Jiwaku yang bahagia adalah jiwamu di sajakku, selalu remaja. Begitu enerjik. Keringat menetes dari kalimat-kalimat cinta, mengalir deras di antara metafora dan tatapanmu. Aku hanyut ke dalam sungaimu. Ikhlas tenggelam di palung hatimu.

Jam berapa sekarang? Entahlah, apakah beda siang dan malam. Bersamamu warna langit representasi raut wajahmu. Bintang-bintang adalah butir airmatamu di semesta jiwaku, petunjuk abadiku. Kemana lagi aku akan pergi, sedangkan rumahku adalah kampung halaman di hatimu. Siang dan malam sama indahnya.

2010

Leave a Reply