Sabtu, 23 Januari 2010

Ketika Kamu Tertidur

Ketika kamu tertidur, aku di sisimu masih terjaga
merangkai bait-bait puisi tentang kita
hingga malam semakin larut gulita
kusulam metafora dalam rajutan kata
berharap ada sebuah mimpi indah tercipta.

Kutatap wajahmu, kamu begitu pulas terlena
di ujung bibirmu senyum masih tersisa
seperti sekelopak kecil bunga sakura
kupungut bunga itu dengan kecupan mesra
di lembaran sajak kujadikan tandabaca.

Sebab itulah di sajakku tumbuh bunga-bunga
sebuah perjalanan di taman-taman surga
sebab keindahan tak ada habisnya, tak ada matinya
terangkai makna bagai karya pujangga
di penghujung malam kupanjatkan sebagai doa.

Ketika kamu terjaga, kubacakan seuntai bait cinta
kusaksikan sinar matamu menjelma bintang kejora
wajahmu putih ceria, pagi mengembang dalam cahaya
dan itulah bagian terindah dari puisi yang kucipta
ketika kamu tersenyum bahagia.

2010

Leave a Reply