9/4/2010

Suka puisi ini? Mari berbagi ...


Mungkin Anda juga menyukai puisi-puisi ini

Tags: , , ,

7 Responses to “Sebait Senja”

  1. Blogger puisi says:
    April 11th, 2010 at 9:56 pm

    Puisi yg sangat indah sekali,..salam kenal

  2. leo punk anarko says:
    April 20th, 2010 at 10:54 am

    SILUET-SILUET CINTA

    Sepi yang kurasa…
    Dan hanya hening yang menyapa dari setiap sudut imaji ku
    Angin pun tertawa tatkala senyap memeluk ku
    Lama aku menanti hadirnya semburat jingga yang terpancar di ambang sore….
    Yang dahulu pernah menerobos masuk ke dalam relung hati ku dan bersemayam kekal di jiwa ku
    namun sore ini mendung menghias mu
    Menenggelamkan aura keindahan mu…
    Siluetmu yang dulu memukau hati kini padam….hilang tertutup mendung…
    Hati ku gundah dan akal pun sirna…
    Kemana lagi akan ku cari siluet cinta yang selama ini selalu meneduhkan hati tatkala mendung selalu menghias di setiap sore ku…???
    Akankah hadirnya pagi memberi ku harapan…
    Dengan menghadirkan semburat jingga seperti yang dulu di berikan senja pada ku…
    Sehingga melepaskan aku dari siluet-siluet cinta masa lalu ku……

  3. leo punk anarko says:
    April 20th, 2010 at 10:59 am

    Munafik Cinta

    Malam terasa lambat bergulir….
    Menyiksa ku dengan bayang-bayang wajah ayu mu
    Kantuk pun tak berdaya melelapkan ku
    Aku semakin terhanyut dalam tarian-tarian kecil imaji ku
    ku coba berpaling menatap jendela
    Namun yang ku lihat hanya bayang mu jua
    Aku lelah….,aku jengah….
    Tak terasa waktu tlah menunjuk pukul tiga..
    Dua jam kembali berlalu…
    Terdengar alunan adzan subuh
    Ku bangkit sholat dua roka’at
    Dengan rasa khusuk dan khidmat
    Akhirnya kantuk menaklukan ku
    Aku terpejam hingga terlelap
    Di atas sejadah setelah sholat
    Aku tersenyum dalam tidur ku
    Terbebas dari khayal tentang diri mu
    Namun ku tak kuasa membohongi perasaan cinta ku ini
    Ternyata dirimu hadir di dalam mimpi……

  4. leo punk anarko says:
    April 20th, 2010 at 11:03 am

    Cintaku Sepenggal Jalan

    Impian dan angan ku sirna
    Hilang dalam bias sinar senja ke jinggaan
    Cinta dan asmara yang dulu bersemi indah bagai cahaya purnama terpantul di atas telaga
    Kini memudar hilang menguap bagai kabut terkikis oleh mentari
    Aku lelah…
    Lelah… oleh keangkuhan diri….
    tatkala ku sadari cintaku yang dulu berpaling dan menjauh pergi….
    Apakah ini arti sebuah kesetiaan….???
    Mana kala tangannya menamparku dengan derita ketiadaan
    Dan meninggalkan ku sendiri menangis dalam kebimbangan….
    Akankah ku dapatkan lagi sang penyejuk hati…??
    Yang membantu ku mencari arti cinta yang haqiqi,
    Atau kah kembali aku rasakan
    Pedihnya cinta ku yang sepenggal jalan

  5. pandi takan ada yang tau says:
    April 27th, 2010 at 9:17 am

    seeeepppp puisix bagus” gan klo boleh di buat lbih baxak lagi ya gan………. :-) :-D

  6. dika says:
    May 15th, 2010 at 8:45 pm

    baaaaaaaguuuuuuuuuussssssssss………………!!!!!!!!!!!!!!

  7. chubbyye says:
    April 3rd, 2011 at 9:07 am

    menyejuk hatii ddii kaLLa riisau dan ggaLauu .

Leave a Reply