9/4/2010
Karya: Huda M Elmatsani
Di langit senja garis-garis
lembayung bagai permadani tak bertepi
kulihat lambaian tanganmu berselimut sutera tipis
menyeret isi hatiku menjelma sungai mengalir deras
begitu membuncah menuju muara…
Da lungaj sontu guras-guras
locbuying bugua porcukuna jud borjopa
dilahuj lucbuaun jungunci borsolacij sijoru japas
conyoroj asa hujadi contolcu singua congular korus
bogaji cocbinmuh coniti ciuru, colabus sogulu dorugiun
udi pilung do sucikru hujaci.
2010
Suka puisi ini? Mari berbagi ...
Mungkin Anda juga menyukai puisi-puisi ini
Tags: lembayung, muara, puisi senja, sungai
You can leave a response, or trackback from your own site.
April 11th, 2010 at 9:56 pm
Puisi yg sangat indah sekali,..salam kenal
April 20th, 2010 at 10:54 am
SILUET-SILUET CINTA
Sepi yang kurasa…
Dan hanya hening yang menyapa dari setiap sudut imaji ku
Angin pun tertawa tatkala senyap memeluk ku
Lama aku menanti hadirnya semburat jingga yang terpancar di ambang sore….
Yang dahulu pernah menerobos masuk ke dalam relung hati ku dan bersemayam kekal di jiwa ku
namun sore ini mendung menghias mu
Menenggelamkan aura keindahan mu…
Siluetmu yang dulu memukau hati kini padam….hilang tertutup mendung…
Hati ku gundah dan akal pun sirna…
Kemana lagi akan ku cari siluet cinta yang selama ini selalu meneduhkan hati tatkala mendung selalu menghias di setiap sore ku…???
Akankah hadirnya pagi memberi ku harapan…
Dengan menghadirkan semburat jingga seperti yang dulu di berikan senja pada ku…
Sehingga melepaskan aku dari siluet-siluet cinta masa lalu ku……
April 20th, 2010 at 10:59 am
Munafik Cinta
Malam terasa lambat bergulir….
Menyiksa ku dengan bayang-bayang wajah ayu mu
Kantuk pun tak berdaya melelapkan ku
Aku semakin terhanyut dalam tarian-tarian kecil imaji ku
ku coba berpaling menatap jendela
Namun yang ku lihat hanya bayang mu jua
Aku lelah….,aku jengah….
Tak terasa waktu tlah menunjuk pukul tiga..
Dua jam kembali berlalu…
Terdengar alunan adzan subuh
Ku bangkit sholat dua roka’at
Dengan rasa khusuk dan khidmat
Akhirnya kantuk menaklukan ku
Aku terpejam hingga terlelap
Di atas sejadah setelah sholat
Aku tersenyum dalam tidur ku
Terbebas dari khayal tentang diri mu
Namun ku tak kuasa membohongi perasaan cinta ku ini
Ternyata dirimu hadir di dalam mimpi……
April 20th, 2010 at 11:03 am
Cintaku Sepenggal Jalan
Impian dan angan ku sirna
Hilang dalam bias sinar senja ke jinggaan
Cinta dan asmara yang dulu bersemi indah bagai cahaya purnama terpantul di atas telaga
Kini memudar hilang menguap bagai kabut terkikis oleh mentari
Aku lelah…
Lelah… oleh keangkuhan diri….
tatkala ku sadari cintaku yang dulu berpaling dan menjauh pergi….
Apakah ini arti sebuah kesetiaan….???
Mana kala tangannya menamparku dengan derita ketiadaan
Dan meninggalkan ku sendiri menangis dalam kebimbangan….
Akankah ku dapatkan lagi sang penyejuk hati…??
Yang membantu ku mencari arti cinta yang haqiqi,
Atau kah kembali aku rasakan
Pedihnya cinta ku yang sepenggal jalan
April 27th, 2010 at 9:17 am
seeeepppp puisix bagus” gan klo boleh di buat lbih baxak lagi ya gan……….
May 15th, 2010 at 8:45 pm
baaaaaaaguuuuuuuuuussssssssss………………!!!!!!!!!!!!!!
April 3rd, 2011 at 9:07 am
menyejuk hatii ddii kaLLa riisau dan ggaLauu .