18/8/2010
Karya: Huda M Elmatsani
Tags: bintang, embun, gugur, istana, kata, kelambu, mata, pagi, percakapan, puisi, singgasana, tidur
hanya bisa kutatap matamu
sampai embun.
Bahkan bintangbintang telah
bergugur
tetapi aku enggan tidur
sibuk mengany…
hunyu basu dijujup cujuci
sucpua ocbin.
Buhdun banjungbanjung joluh
borgigir
jojupa udi onggun jakir
sabid congunyuc buaj koca buaj dusah ka rucbijci
sorabi cisac corutij sanggusunu
ka ujus dolucbi
bidunduh culuc ukuluh asjunu
jocpuj pulang coguh
ka ujus bica
ongdui kun udi soluli borsunkang
borbuga moraju borbuga piasa
borbuga keu
conmapjudun puga.
2010
Tags: bintang, embun, gugur, istana, kata, kelambu, mata, pagi, percakapan, puisi, singgasana, tidur
You can leave a response, or trackback from your own site.
[hak cipta dilindungi undang-undang] Copyright © 2009-2010 - Huda M Elmatsani - is proudly powered by WordPress
March 8th, 2011 at 3:28 pm
Yg ini aku suka…
Karna pas untuk orng yg lg kasmaran
March 24th, 2011 at 6:49 pm
Untukmu Sayang,,
Sayang,,ku pahami lelah hatimu,,penat jiwamu
Menanti harap yang tak kunjung jua menggembirakan rasa
Sehingga kadang kau arahkan sauh mu menarik jangkar dari dermaga cinta
Tuk sekedar mengarah ke tengah lautan menatap birunya yang indah,,
Sayang,,entah bagaimana ku mendamaikan hatimu tuk tak rapuh diterjang gelombang
Tuk tak terhempas dirundung badai,,
Jika kau tahu lelahmu adalah perihku,,,
Andai kau tahu penatmu adalah gelisahku,,
Apakah masih ada mungkin tuk dirimu merapat merubah arah tujuan pasti??..
Sayang,,,
Sebelum tubuhmu merapat diperaduan,,malam ini
ingin rasanya ku lukis indah malam dengan untaian doa pelepas lelapmu
penawar ringkihnya ragamu,,
Izinkan ku duduk di sampingmu,,melihat nur di sejuk matamu,,
Yang menambah kelengkapan cahaya langit dengan gugusan bintangnya,,
Kuharap rangkaian kata yang tak terlalu indah ini mampu menjadi pengikat batin yang terasa hambar,,
Mampu menjadi pelebur Ego dan arogansi semata,,,,yang ada,,
Sayang,,,Harusnya kupahami dirimu dengan lembutku,
Namun perangai ini terkadang dikuasai nafsu,,,tuk bertindak,,tuk bercakap,,
Maka kali ini kuhaturkan maafku dalam untaian kata ,penyambung lidah yang kelu saat harus menatapmu
Sayang,,
Kuyakinkan Tangan Penguasa alam tlah menyatukan kita dengan cintaNya
Lalu Apa masih ada Alasan tuk Kita sehingga tidak memeliharanya???…
Mari tetap dalam satu doa,,satu harap,,satu mahligai,,,satu arah,,,diatas SYARIAT NYA,,,!!!!!
April 19th, 2011 at 10:33 pm
puisi-puisi ini menginspirasiku. many thanks.
August 19th, 2011 at 12:36 am
Dua dunia…
Siapa dia..seorang wanita dengan paras asia
Tergambar semburat merah muda dalam senyumnya..
Yang sanggup memberi rasa bahagia kepada kaum papa..
Terbalut hati,terucap asa,terjalin cinta..
Saat keyakinan tak berkompromi,merubah wajah ceria seketika pergi,meninggalkan hati untuk dicaci..
Dua dunia dia berkata,dan cinta tak’kan bisa sama…