<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Puisi untuk Kekasih - Kumpulan Puisi Cinta</title>
	<atom:link href="http://www.puisiuntukkekasih.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.puisiuntukkekasih.com</link>
	<description>Cinta tak pernah kehabisan kata.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Feb 2010 08:49:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gerimis dan Wajah Manis</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/02/19/gerimis-dan-wajah-manis/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/02/19/gerimis-dan-wajah-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 08:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1804</guid>
		<description><![CDATA[Seuntai angin mengayun rambut mayangmu, jatuh terurai, tatapanmu menyelinap geulis di antara garis-garis rambutmu, bak sinar matahari di celah gerimis, sebuah teralis yang akan menahanku berlama-lama memandangmu, sebab biasanya akan muncul pelangi melambai padaku menuruni pematang di hatimu, rindang dedaunan menyembunyikan reranting sunyi yang diam-diam ditumbuhi serumpun anggrek, makanya aku suka sekali memandangmu.
Gerimis menuntunku ke [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/02/19/gerimis-dan-wajah-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehabis Hujan di Awal Februari</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/02/01/sehabis-hujan-di-awal-februari/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/02/01/sehabis-hujan-di-awal-februari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 00:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[Matahari berkilauan di daun-daun kenanga
menari di antara genangan jingga
sebentar lagi malam
merekam jejak kita pada kenangan
atau hanyut bersama kelam.
Tapi lirih suaramu seperti rinai hujan yang tak ingin berhenti
seperti butiran air yang jatuh di rerumputan
mengajakku tenggelam
derai airmatamu kembali berkilauan
menggenangi tubuhku dengan kenangan.
Bukankah senja telah mengubur semua yang silam
malam datang dengan menggenggam rembulan
menyiapkan tempat untuk kita bersulang
lalu kita [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/02/01/sehabis-hujan-di-awal-februari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Kamu Tertidur</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/23/ketika-kamu-tertidur/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/23/ketika-kamu-tertidur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 23:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1788</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kamu tertidur, aku di sisimu masih terjaga
merangkai bait-bait puisi tentang kita
hingga malam semakin larut gulita
kusulam metafora dalam rajutan kata
berharap ada sebuah mimpi indah tercipta.
Kutatap wajahmu, kamu begitu pulas terlena
di ujung bibirmu senyum masih tersisa
seperti sekelopak kecil bunga sakura
kupungut bunga itu dengan kecupan mesra
di lembaran sajak kujadikan tandabaca.
Sebab itulah di sajakku tumbuh bunga-bunga
sebuah perjalanan di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/23/ketika-kamu-tertidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kujalani Kekasih</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/20/kujalani-kekasih/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/20/kujalani-kekasih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 16:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1785</guid>
		<description><![CDATA[Kujalani kekasih di jalan setapak hatimu
hasratku adalah sungai sepanjang pengembaraan berliku
mengalir bersama arus kerinduan dan doa
sampai muara; laut atas namamu
bahagia aku di keluasan cintamu. Bahagia sekali
dalam sajak yang kubacakan berkali-kali
di hatimu segala menjadi prasasti
segala kata terpahat abadi.
Kususuri pantai hingga jejak kakimu
aku menunggu. Hingga kaugulung ombak ke dalam kalbu
menyertakan kelepak merpati yang membawa surat-suratmu
alangkah indahnya tulisan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/20/kujalani-kekasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi di Atas Pasir</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/17/puisi-di-atas-pasir/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/17/puisi-di-atas-pasir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 02:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1773</guid>
		<description><![CDATA[Ingin sekali menulis puisi di pinggir laut ini
dan kubayangkan engkau di sana duduk menanti
ombak-ombak yang kurangkai.
Kauraih alunan ombak itu seperti meraih lenganku
sungguh kurasakan jemarimu di tiap deburnya
mengusap kecemasan di wajahku.
Lalu puisi itu kutulis di atas pasir
ombak berkejaran meraihnya.
Maka dengarlah gemuruh ombak tanpa henti memecah karang
membacakan satu puisi yang kukarang.
Deburnya tak pernah reda
agar kukirim getarnya pada [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/17/puisi-di-atas-pasir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tercipta untuk Mencintaimu</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/16/tercipta-untuk-mencintaimu/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/16/tercipta-untuk-mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 01:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1771</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kautatap mataku begitu dalam
rembulan menuliskan kisahnya di lembaran malam
bintang-bintang sebagai tandabaca, tentang kalimat cinta tanpa akhir
kau tanyakan padaku: adakah waktu untukku
bukankah sudah menjadi takdir
waktuku tercipta untuk mencintaimu.
Malam demi malam kita lewati penuh kenikmatan
sebuah perjalanan ke surga
percakapan tak ada habisnya, tak ada matinya
hal-hal kecil segalanya bermakna
kita saksikan: setangkai rembulan tumbuh menjadi purnama
kita pun bermandi cahaya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/16/tercipta-untuk-mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jam Berapa Sekarang</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/15/jam-berapa-sekarang/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/15/jam-berapa-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 06:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1768</guid>
		<description><![CDATA[Jam berapa sekarang? Entahlah, jam hanyalah lonceng yang ketakutan pada waktu. Detak jantungku tak kenal waktu berdebar menyebutmu. Tubuhmu yang penuh bunga merambat di sajakku. Begitu wangi. Kulepas metaforamu hingga telanjang, kupakai hurup-hurupku untuk menyelimuti tubuhmu seperti kabut pagi. Lalu matahari terbit di celah percakapan kita yang begitu dekat, begitu nikmat. Bersamamu aku lupa waktu.
Jam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/15/jam-berapa-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Kuterpejam Ketika Kuterjaga</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/15/ketika-kuterpejam-ketika-kuterjaga/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/15/ketika-kuterpejam-ketika-kuterjaga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 01:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1765</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kuterpejam
bayangmu sudah menunggu
di balik kelopak mataku
kaukatakan: aku rindu.
Ketika kuterjaga
bibirmu sedang mengetuk-ngetuk bibirku
kubuka mulutku, kukatakan: I love you
silakan masuk ke dalam hatiku.
2010
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/15/ketika-kuterpejam-ketika-kuterjaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMS</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/11/sms/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/11/sms/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 15:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1757</guid>
		<description><![CDATA[SMS yang kaukirim padaku
&#8230;&#8230;&#8230;..dalam bentuk kupu-kupu
&#8230;&#8230;&#8230;..hinggap bergetar di sudut mataku.
Kepak sayapnya bercahaya bak kilau kaca jendela
&#8230;&#8230;&#8230;..dengan sebuah panorama indah:
&#8230;&#8230;&#8230;..wajah yang menunggu bagai setangkai bunga.
2010
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/11/sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Kamu Hidupku Kosong</title>
		<link>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/10/tanpa-kamu-hidupku-kosong/</link>
		<comments>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/10/tanpa-kamu-hidupku-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 22:54:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Huda M Elmatsani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisiuntukkekasih.com/?p=1752</guid>
		<description><![CDATA[tanpa kamu di depanku
tatapan mataku kosong
hanya memandang angin lalu
tanpa kamu di sampingku
telapak tanganku kosong
hanya menggenggam angin lalu
tanpa kamu di hatiku
hidupku kosong
hanya menunggu angin lalu
2010
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.puisiuntukkekasih.com/2010/01/10/tanpa-kamu-hidupku-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
