Puisi Cinta
Persembahan Cinta dalam Puisi
Persembahan apakah yang lebih abadi dibandingkan hadiah lain untuk kekasih kita, tentu saja puisi cinta. Puisi cinta tak kan layu seperti bunga, tak kan kering seperti air, tak kan kelam seperti matahari ... sebab puisi cinta adalah cinta yang dituliskan dalam kata-kata.
- Peluk Samudera
- Menulis Seperti Rindu
- Airmata Bersampul Rindu
- Embun yang Jatuh Tanpa Ragu
- Keindahan
- Tidur Berselimut Rindu
- Hitam Bola Matamu Tempat Cahaya Berteduh
- Ciuman Sebuah Puisi
- Embun yang Jatuh di Wajahku
- Kelak Puisi Menjadi Sebuah Pagi
- Aku Menulis dengan Cinta
- Bagaimana Aku Tak Mencintai Puisi
- Ketika Kulihat Hilal di Bibirmu
- Sebait Subuh
- Rindu di Celah Ketukan Pintu
- Rintik Sajak Cinta
- Sunyi yang Jatuh di atas Tuts Piano
- Kenangan yang Meresap Dinding Waktu
- Gerimis November
- Epigram September
- Tidurlah dalam Puisiku
- Bulumatamu Sebaris Ilalang yang Terbakar
- Pelangi Selembut Bulumatamu
- Lembaran Daun Bertanda Embun
- Di Indah Matamu Aku Menangis
- Bulan Tenggelam di Jayapura
- Uluwatu
- Algoritma Laut dan Hujan
- Huruf Cinta di Cakrawala
- Bantu Aku Menulis
- Cinta di Luar Batas
- Tak Ada Tempat Aman untuk Senyummu
- Kembang Api Berpijar di Matamu
- Pidana Cinta
- Percakapan tanpa Kata
- Matamu Sepasang Gerimis yang Terbakar
- Senyummu Indah Begitu Saja
- Catatan Pagi
- Sebaris Hujan Sebait Cinta
- Memikirkan Kamu Seorang
- Oktober
- Sebuah Tamasya
- Ketika Memandangmu
- Vulkanik Rindu
- Matahari Cinta untukmu
- Jejak Cinta yang Tak Terhapus Cuaca
- Kata Pengantar Sebelum Tidur
- Agustus
- Lukisan Cinta pada Bintang
- Subuh di Stasiun Tugu
- Bulan Pengganti Mawar
- Hujan Bermekaran di Taman
- Juli di Rambutmu
- Flamboyan di Pelataran Prambanan
- Jendela Laut
- Kupersembahkan Padamu
- Kupersembahkan Padamu
- Bidadari Senja
- Melukis Puisi di Matamu
- Dengan Apakah Harus Kutuntaskan Puisi
- Kalimat yang Tersembunyi
- Gerimis
- Sketsa Burung Prenjak
- Sketsa Ilalang
- Aku Hanya Mampu
- Rindu Membebaskan Aku
- Kuciptakan untukmu Matahari yang Indah
- Malam Mawaddah
- Unggun
- Indahnya Kehadiranmu
- Sebait Senja
- Tetes Air
- Ingin Sekali Menulis Puisi
- Hidangan Senja
- Untukmu
- Bintangbintang Kurangkai Untukmu
- Hati yang Tak Tidur
- Gerimis dan Wajah Manis
- Februari
- Ketika Kamu Tertidur
- Tercipta Mencintaimu
- Cinta Tak Kenal Waktu
- SMS
- Tanpa Kamu
- Sebuah Isyarat Cinta
- Doa untuk Kekasih
- Buku Harian
- Sketsa Sebuah Jendela
- Indahnya Bersamamu
- Selamat Tahun Baru, Dinda
- Sajak Tahun Baru
- 29 Desember
- Sketsa di Sebuah Taman
- Gazebo
- Prambanan
- Hanya pada Hatimu
- Kereta Malam
- Di Jendela Kereta
- Karena Engkau
- Andai Kau Tak Pernah Marah
- Desember
- Setangkai Ilalang
- Mencintaimu
- Erythrina
- Selamat Pagi
- Embun
- Bila
- Origami Bintang
- Selembar Malam
- Ciuman Senja
- Seindah Apakah Cinta
- Untukmu
- Untukmu
- Aku Jatuh Cinta
- Tak Lagi
- Kupukupu
- Gaun Malam
- Ranting Waktu
- Setangkai Mawar
- Pelangi
- Cupang
- Sebilah Daun di Sudut Jendela
- Secangkir Mentari
- Lagu dalam Hujan
- Terimakasih karena Mencintaiku
- Andai Tak Bertemu Kamu
- Sehabis Hujan
- Bidadari Malam
- Aku Ingin
- Senandung Cinta
- Betapa Ingin
- Hujan Bulan September
- Edelweiss yang Kuabadikan Untukmu
- Berakhir di Hatimu
- Lukisan
- Penari dalam Mimpi
- Mawar di Malam Purnama
- Bukalah Pintu Maaf
- Puisi Cinta
- Puisi Cinta
- Jangan Bersedih Kekasih
- Tapi Airmata Bukanlah Hujan
- Bukalah Gaunmu
- Maret
- Tenggelam dalam Cahaya Bulan
- Beristirahatlah di Hatiku
- Malam Purnama
- Surat Cinta
- Mawar yang Bercermin di Kaca
- Walau
- Mimpi Indah
- Aku Bukanlah Rembulan
- Bidadari Pagi
- Bidadari Pagi
- Lukisan Senja
- Sebuah Permohonan
- Sebuah Permohonan

