Arsip dengan tag ‘bidadari’

Flamboyan di Pelataran Prambanan

Yang jatuh dan tergenggam
di tanganmu
adalah bunga flamboyan.
Merah merenda jingga bercahaya
hiasan istimewa dari surga
untuk bidadari
di bumi.

Bunga elok memikat
ketika kuselipkan di
helai rambutmu.
Ketika mata kita begitu dekat
ketika kuucap
merahnya seperti nyala api
cinta yang tak pernah
lindap.

Guguran flamboyan
berkilauan
menghiasi pelataran candi
kau memungut dan merangkainya jadi puisi
bunga flamboyan
di rambutmu berkilauan abadi.

2010

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Bidadari Senja

Gerimis turun membungkus senja. Bias mentari dirajutnya jadi seikat pelangi. Engkau menuruni lembah hatiku. O, cantik nian pemandangan ini. Membuatku selalu jatuh hati. Bersama sejuknya angin mendesahkan lagu — cinta yang terakhir, senada jantungku irama yang mengalir. Kutatap relung matamu tanpa akhir.

Kau suguhkan secangkir teh melati, aroma kenangan, memaknai setiap gemuruh perjalanan. Halaman rumah adalah ketentraman tiada tara. Tempat jejak-jejak kaki tersimpan dan tumbuh rerumputan.

Bidadari senja. Kau selalu membuatku yakin. Cinta adalah bukti, bukan statistika. Cinta adalah pasti, bukan probabilitas. Dan kau, kalimat terindah dalam definisi cinta yang dibuat Tuhan untukku. Kau keindahan tak tergantikan, di antara langit dan bumi.

2010

Tags: , , , , , , , , ,

Sketsa Ilalang

Kau bidadari di antara ilalang
menebar kecantikan di keluasan padang.

Kugamit jemarimu melangkah dalam tawa bahagia
lalu kaubiarkan jalan setapak tercipta di hatimu.

Luasnya padang sabana tak dapat menggantikan luasnya hatimu
menerima setiap jejak langkahku.

Lalu tumbuh bunga-bunga di setiap senyummu
jiwaku seperti kupu-kupu dibuatnya.

2010

Tags: , , , , , , ,

Indahnya Kehadiranmu

Kaukah yang meminjamkan cantik pada senja, bidadariku? Langit lembayung membentang dari senyummu hingga semesta. Kau hiasi malam dengan api unggun. Aku tertegun dan kau anggun. Sayap-sayap cinta mengepak dalam kalbu. Aku hilang dalam syahdu.

Desau angin seperti kapas jatuh perlahan seperti lembut belaian. Kaukah yang meminjamkan tangan-tanganmu pada angin? Hanyut menyelusup ke dalam kabut. Sejuk menyelimut seluruh sendiku.

Malam beranjak. Rembulan perak. O, sorot mata yang hanya bisa kutebak sebagai sajak. Sejuta makna menyelinap. Kaupinjamkan pada rembulankah tatapanmu? Teduh menghiasi lembah hatiku. Menandai setiap jejak langkahku dengan cahaya.

2010

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Sebuah Isyarat Cinta

Di sebuah Januari tanpa hujan
kutemani tubuhmu di dipan muram

tetapi yang aku lihat adalah bidadari
lemah terbaring di pinggir surga

di taman, bunga-bunga menunggumu
berkuncup dalam doa.

Mendampingimu adalah isyarat cinta
bahwa kesetiaan bukanlah kata-kata semata.

Lalu sebuah pagi sepenuhnya milik kita
ketika kau buka jendela dan udara bersorak gembira.

2010

Tags: , , , , , , ,