Arsip dengan tag ‘cahaya’

Lukisan Cinta pada Bintang

Di kanvas ini aku mengembara: langit tanpa tepi
kulukisi bintang-bintang, bertaburlah sinar tanpa henti
setiap bintang adalah nyala penuh gelora
seperti cinta tak mengenal padam, hidup dalam bara.

Tatapanmu memikat hening: malam sebening telaga
senantiasa berseri, mata baiduri yang kutatap secara sempurna
ada jejak bintang di ekor matamu, meteor-meteor terjun ke hatiku
di bawah hujan cahaya, kuhabiskan malam bersamamu.

Kamulah bintang di hatiku paling terang
makanya galaksi indah tanpa lelah kukarang
hatimu horison segala pengembaraanku menepi segalanya sampai.

Bukankah cinta itu ledakan besar
yang mengawali ritus kebersamaan kita, memancar
ke penjuru semesta. Memancar sepanjang masa.

2010

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Setangkai Purnama Pengganti Mawar

Ketika subuh mengembun
di atas kuntum
Zayyin, kulihat bulan

di atas halaman.
Kupetik untukmu pengganti mawar
yang pagi ini belumlah mekar.

Untukmu setangkai purnama. Sebuah damba
menemukan wajahmu tersenyum ketika ku terbangun
serasa mimpi indah baru berlangsung.

Lalu kulihat bulan bercakap padamu
ingin ditanam di matamu
di mana tatapan cintamu, bercahaya

indah sekali.

2010

Tags: , , , , , , , ,

Juli di Rambutmu

Tak ada kabut musim kemarau yang menyelimuti alis pagimu. Juli di rambutmu masih basah, masih menyimpan gemuruh, sisa hujan. Dan setiap kutatap matamu lewat panorama di jendela, aku menemukan lembah nan hijau, puspa warna, kicau prenjak menginjak tuts-tuts piano di pucuk-pucuk cemara, dan luruh gerimis. Kulihat pelangi bercahaya di bola matamu.

Dan hujan
menyembunyikan
semua jejak.
Kuberteduh menatapmu
memperhatikan bulir hujan
menetes di ujung-ujung
bulumata
mu.

Aku enggan
terhanyut
bersama kesunyian
yang diselundupkan hujan
yang dibiarkan mengambang
dalam
genangan.

Aku berteduh
menatapmu. Bening matamu selalu kuingat
ia adalah kolam sajak
seluruh kata yang menyembul
dalam bahasa hatiku.

2010

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Menjadi Embun di Sudut Matamu

Malam di sisimu
terjaga dengan ciuman semerah saga
seolah mimpi baru dimulai
mentari bergelayut di dedaunan
kamu bergelayut di dada
menyeduhkan dekap kehangatan
lihatlah, embun di lengkung kelopak mawar
berkilau menjelma kupu-kupu pelangi.

Secercah pagi
kuyakinkan padamu dalam bingkai jendela
seberkas sinar kubukakan untukmu
langit menghamparkan lembaran biru di kakimu
padang sajadah, tempat doa-doa ditanam
diranumkan
tempat langkah kita
tumbuh menjadi ilalang cahaya
bunganya bertaburan memenuhi semesta.

Lihatlah
burung-burung berterbangan itu
ramai berebut cahaya
bukankah nyanyiannya senantiasa kita
dengar
di saat fajar?

2010

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Indahnya Kehadiranmu

Kaukah yang meminjamkan cantik pada senja, bidadariku? Langit lembayung membentang dari pinggir bibirmu hingga semesta. Kau hiasi malam hingga tiba di beranda. Barisan pepohonan serupa siluet candi, tertegun dan purba. Sayap-sayap hening mengepak dalam kalbu. Aku hilang dalam syahdu.

Desau angin seperti kapas jatuh perlahan seperti lembut belaian. Kaukah yang meminjamkan tangan-tanganmu pada angin? Hanyut menyelusup ke dalam temaram. Sejuk menyelimut seluruh sendiku.

Malam beranjak. Rembulan perak. O, sorot mata yang hanya bisa kutebak sebagai sajak. Sejuta makna menyelinap. Kaupinjamkan pada rembulankah tatapanmu? Lampu-lampu berpendaran, serangga malam mabuk cahaya. Terbakar dan tiada.

Tinggal kita berdua.

2010

Tags: , , , , , , , , , , , , ,