Arsip dengan tag ‘kanvas’
Lukisan Cinta pada Bintang
Di kanvas ini aku mengembara: langit tanpa tepi
kulukiskan bintang-bintang, bertaburlah sinarnya mengisi semesta
setiap bintang adalah nyala yang terus mengembara
seperti cinta tak mengenal padam, selalu gairah selalu membara.
Tatapanmu indah dalam hening: malam sebening telaga
senantiasa berseri, mata baiduri yang kutatap secara sempurna
ada jejak bintang di ekor matamu, meteor-meteor terjun ke hatiku
di bawah hujan cahaya, kuhabiskan malam bersamamu.
Kamulah bintang di hatiku paling terang
makanya galaksi indah tanpa lelah kukarang
hatimu horison segala pengembaraanku menepi segalanya sampai.
Bukankah cinta itu ledakan besar
yang mengawali ritus kebersamaan kita, memancar
ke penjuru semesta. Memancar sepanjang masa.
2010
Pantai Berpasir adalah Kanvas Tanpa Akhir
Pantai berpasir
adalah kanvas tanpa akhir
jejakjejak kita tercetak
jadi sebaris sajak.
Pada pasir laut berbisik
mengeja jejak kita
lembut membawanya ke tengah samudera.
Dan di atas karang
lidah ombak membacakan sajak yang kita karang
bukankah selalu kita dengar
gemuruh kalimat cinta berdebar
di dada kita.
Kita
terus melangkah
langkah bagai ombak
tak henti walau
setapak.
2010
Lukisan
Beginilah jadinya, juita, dadamu kujadikan kanvas
gunung-gunungnya kuwarnai hijau dengan pepohonan pinus
di lembah belahannya nan subur
mengalir sungai yang arusnya menggelinjang batu-batu
membangkitkan gairahku untuk mencebur.
Aku pun terjun ke lubuk hatimu!
2009

