Arsip dengan tag ‘mawar’
Setangkai Purnama Pengganti Mawar
Ketika subuh mengembun
di atas kuntum
Zayyin, kulihat bulan
di atas halaman.
Kupetik untukmu pengganti mawar
yang pagi ini belumlah mekar.
Untukmu setangkai purnama. Sebuah damba
menemukan wajahmu tersenyum ketika ku terbangun
serasa mimpi indah baru berlangsung.
Lalu kulihat bulan bercakap padamu
ingin menghuni matamu
di mana tatapan cintamu, bercahaya
indah sekali.
2010
Kupersembahkan Padamu
Kupersembahkan padamu sekuntum ciuman segar
dalam buket bunga kesukaanmu: aster, krisan dan sejumlah mawar
sebuah puisi kusematkan dalam sebuah lembar
pagi terasa spesial
kurasakan jendela hati terbuka lebar.
Seperti kau memahami bait puisi
ia bukan sembarang bahasa – tetapi sebuah jiwa
puisi tidak disusun dari kata hanya kata
puisi yang membangun kata demi kata dan
menuntaskannya sebagai doa indah.
Seperti aku tenggelam di matamu
seluruh hatiku sibuk mengeja pustaka cinta
pun mulutku tak sanggup bicara
sedangkan tanganku diam-diam sibuk meremas kata
yang kadang menyelinap di jemarimu.
Puisi mengembara perjalanan tersembunyi
melewati samudera di balik tatapanmu
bait-baitnya terurai dalam tiap derai ombak
menciumi pantai-pantai semampai di lekuk tubuhmu
lihatlah jejak kakiku, selalu hanyut bersamamu.
Seperti kau memahami bait puisi
ia ada dalam dirimu, dirimu ada di dalamnya
sebab kerangka puisi tersusun dari tulang-tulangku
dan kau bagian tak terpisahkan
dari struktur tulang-tulang itu.
2010
Sketsa Sebuah Jendela
Di dinding kamar, kita tak memasang lukisan
hanya sebuah jendela
dengan bingkai coklat tua dan tirai krem ringan
dari sana:
pemandangan sebuah taman.
Bunga-bunga yang sedang bersorak
merah, jingga, putih, kuning dan daun-daun bercorak
sinar mentari dari celah-celah hanjuang
embun berkilauan
dan kupu-kupu yang datang bermain cahaya
di antara kelopak-kelopaknya.
Hanya jendela yang senantiasa terbuka
kita berbincang di sana. Di sebuah taman.
Di sebuah lukisan indah.
2010
Indahnya Bersamamu
Tahun adalah belantara di mana semak-semaknya kauganti tanami mawar
adalah hari-hari mengalir bagai sungai dan kauganti arus dengan lenganlenganmu
adalah malam-malam mengembara dan kau bintang yang menuntunku
adalah waktu yang kauganti dengan detak jantungmu
maka jejakmu menjadi tempat paling indah untuk kuciptakan kenangan.
2010
Sketsa Embun di Kelopak Mawar
Setangkai mawar pink
di kelopaknya embun mengerling
pagi yang dingin.
Angin mengendap di antara ranting
embun terayun ke samping
jatuh ke dalam hening
di sudut matamu yang bening.
2009

