Arsip dengan tag ‘ombak’

Purnama di bulan Agustus

Purnama di bulan Agustus
seperti sinar mata yang menembus
sayapsayap cahaya berterbangan
melingkar pundak malamku
menggiringku ke angkasa
berjalan di atas hamparan galaksi
seolah hamparan pasir pantai yang kita cintai
nampak masih jejakjejak kita di sana
berkilau bagai mutiara.

Barangkali ombak samudera
yang menghanyutkan jejak langkah
telah menguap dan membeku di atas nirwana
pun bait sajak yang kuhanyutkan
terdampar di sana. Masih basah
dengan kata-kata yang terus menetes
hujan meteor yang indah.

2010

Tags: , , , , , , , , ,

Pantai Berpasir adalah Kanvas Tanpa Akhir

Pantai berpasir
adalah kanvas tanpa akhir
jejakjejak kita tercetak
jadi sebaris sajak.

Pada pasir laut berbisik
mengeja jejak kita
lembut membawanya ke tengah samudera.
Dan di atas karang
lidah ombak membacakan sajak yang kita karang

bukankah selalu kita dengar
gemuruh kalimat cinta berdebar
di dada kita.

Kita
terus melangkah
langkah bagai ombak
tak henti walau
setapak.

2010

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Hujan Bermekaran di Taman

Kaulekatkan daundaun hujan
pada reranting kering.

Dan hujan pun bermekaran
di taman

rerumputannya menjelma telaga
bunga-bunga menjelma ombak

menjadi sungai

menciptakan garis liku yang indah
di lembah kehidupan kita.

2010

Tags: , , , , , , , , ,

Kupersembahkan Padamu

Kupersembahkan padamu sekuntum ciuman segar
dalam buket bunga kesukaanmu: aster, krisan dan sejumlah mawar
sebuah puisi kusematkan dalam sebuah lembar
pagi terasa spesial
kurasakan jendela hati terbuka lebar.

Seperti kau memahami bait puisi
ia bukan sembarang bahasa – tetapi sebuah jiwa
puisi tidak disusun dari kata hanya kata
puisi yang membangun kata demi kata dan
menuntaskannya sebagai doa indah.

Seperti aku tenggelam di matamu
seluruh hatiku sibuk mengeja pustaka cinta
pun mulutku tak sanggup bicara
sedangkan tanganku diam-diam sibuk meremas kata
yang kadang menyelinap di jemarimu.

Puisi mengembara perjalanan tersembunyi
melewati samudera di balik tatapanmu
bait-baitnya terurai dalam tiap derai ombak
menciumi pantai-pantai semampai di lekuk tubuhmu
lihatlah jejak kakiku, selalu hanyut bersamamu.

Seperti kau memahami bait puisi
ia ada dalam dirimu, dirimu ada di dalamnya
sebab kerangka puisi tersusun dari tulang-tulangku
dan kau bagian tak terpisahkan
dari struktur tulang-tulang itu.

2010

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ingin Sekali Menulis Puisi

Ingin sekali menulis puisi di lembaran awan
angin meniupnya ke pinggir senja, mengubahnya menjadi hujan
dan kubayangkan engkau di sana, duduk menanti
seikat pelangi yang kurangkai.

Ingin sekali menulis puisi di atas gelombang laut
arus menghanyutkan ke celah teluk, mengubahnya jadi ombak bertaut
kubayangkan engkau di sana, duduk menanti
riak rindu yang kugetarkan.

Ingin sekali menulis puisi di dalam keheningan
malam melarutkan dalam tidurmu, mengubahnya jadi impian
kubayangkan engkau di sana, rebah dalam dekapan
menyimak kalimat cinta yang kubisikkan.

2010

Tags: , , , , , , , , ,