Arsip dengan tag ‘telaga’
29 Desember
Kau memandangku seperti telaga
bola matamu adalah perahu yang mengantarku
ke lubuk hatimu. Lalu kutambatkan cita-cita
dalam lingkaran cincin yang kukenakan di jari manismu.
Kusatukan hidupku dalam ikatan cinta denganmu
seindah doa dan restu hujan yang bertasbih di hari perkawinan kita
seindah melati bertaburan di atas pelaminan
taman-taman indah kita ciptakan dalam kehidupan kita.
Rumahku surgaku. Kamu bidadariku
mendampingiku sepanjang waktu. Waktu yang seolah tak pernah bergerak
tetapi diam-diam menandai kita dengan usia dan uban perak.
Namun cinta tak pernah menua
seperti sebutir intan yang tak pernah kehabisan cahaya
berkilauan tak henti-henti berkilauan abadi.
2009
Seindah Apakah Cinta
Kamu tanya padaku seindah apakah cinta
bulan tak mampu menjelaskannya
sudah diriasnya bumi dan ombak di telaga
dengan jutaan cahaya
belum cukup juga menyebutnya surga.
Kamu tanya padaku sewangi apakah cinta
melati memilih jatuh berguguran
sudah dibuatnya wangi seluruh taman
tak peduli angin dan matahari
tak cukup juga menyebutnya kesturi.
Kamu tanya padaku sedalam apakah cinta
tujuh lautan tak berani kasih jawaban
hanya dengan terjun ke palung hatiku kamu akan tahu
betapa istimewanya kamu
betapa di kedalaman mana pun selalu ada kamu.
2009
